Organisasi
Muhammadiyah yang bergerak dalam ranah ideologi islam yang mengemban misi
dakwah dan tajdid bertujuan mulia untuk mengembalikan kejayaan islam ribuan
tahun silam. Misi tersebut diwujudkan melalui kepeloporan dalam pembaruan
pemahaman agama, reformasi system pendidikan islam, pengembangan pranata
pelayanan-pelayanan social dan pemberdayaan masyarakat penolong kesengsaraan
umum.
Ketika flash
back kemasa awal berdirinya Muhammadiyah –berdasarkan film Sang Pencerah-,
Organisasi yang berusia 101 tahun ini begitu peduli terhadap gerakan pemurnian
kembali ajaran Islam dari TBC dan pendidikan yang tidak memihak terhadap rakyat
jelata. Perjuangan Muhammadiyah membuahkan hasil luar biasa. Saat ini, sistem
kesehatan dan pendidikan mengalami kemajuan pesat dan mendapatkan pengakuan
dari masyarakat luas.
Namun,
Perwujudan misi Muhammadiyah seolah redup ditelan pertambahan usianya. Hari
ini, para pejuang Muhammadiyah seolah melupakan misi mulia itu. Sistem
kesehatan dan Pendidikan Muhammadiyah memang berkembang. Rumah sakit dan
Sekolah Muhammadiyah menggurita di seantero Nusantara akan tetapi seolah
mengemban misi bisnis semata. Contohnya, sekolah-sekolah Muhammadiyah masuk
dalam daftar sekolah swasta favorit dengan biaya diatas jangkauan kalangan
menengah kebawah. Kenyataan tersebut seoloah berbelok dari arah misi awal
Muhammadiyah.
Entah
mengapa hari ini Muhammadiyah seolah kehilangan nyawanya untuk berjuang
mewujudkan misinya, membangun kembali kejayaan Islam. Diskusi-diskusi keislaman
seolah redup dari jiwa anak-anak Muhammadiyah. Sistem pendidikan ke-islaman
seolah mandeg ditataran teori-teori
dan ritual semata. Bahkan, yang lebih menyedihkan, generasi penerus
Muhammadiyah seolah tak lagi menjiwai arah gerak ideology Muhammadiyah akibat
pelajaran kemuhammadiyahaan yang hanya berkutat di hafalan teori-teori semata
dan hanya berputar di situ-situ saja (latar belakang, pengenalan ortom-ortom
Muhammadiyah dll). Mungkin hal itu yang perlu kita riset : mengapa Muhammadiyahku
berbeda dan tak terarah lagi.
Lestari”
Al-Hums”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar