Jumat, 12 Oktober 2012

MUHAMMADIYAHKU BERBEDA



Organisasi Muhammadiyah yang bergerak dalam ranah ideologi islam yang mengemban misi dakwah dan tajdid bertujuan mulia untuk mengembalikan kejayaan islam ribuan tahun silam. Misi tersebut diwujudkan melalui kepeloporan dalam pembaruan pemahaman agama, reformasi system pendidikan islam, pengembangan pranata pelayanan-pelayanan social dan pemberdayaan masyarakat penolong kesengsaraan umum.
 Ketika flash back kemasa awal berdirinya Muhammadiyah –berdasarkan film Sang Pencerah-, Organisasi yang berusia 101 tahun ini begitu peduli terhadap gerakan pemurnian kembali ajaran Islam dari TBC dan pendidikan yang tidak memihak terhadap rakyat jelata. Perjuangan Muhammadiyah membuahkan hasil luar biasa. Saat ini, sistem kesehatan dan pendidikan mengalami kemajuan pesat dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas.
Namun, Perwujudan misi Muhammadiyah seolah redup ditelan pertambahan usianya. Hari ini, para pejuang Muhammadiyah seolah melupakan misi mulia itu. Sistem kesehatan dan Pendidikan Muhammadiyah memang berkembang. Rumah sakit dan Sekolah Muhammadiyah menggurita di seantero Nusantara akan tetapi seolah mengemban misi bisnis semata. Contohnya, sekolah-sekolah Muhammadiyah masuk dalam daftar sekolah swasta favorit dengan biaya diatas jangkauan kalangan menengah kebawah. Kenyataan tersebut seoloah berbelok dari arah misi awal Muhammadiyah.
Entah mengapa hari ini Muhammadiyah seolah kehilangan nyawanya untuk berjuang mewujudkan misinya, membangun kembali kejayaan Islam. Diskusi-diskusi keislaman seolah redup dari jiwa anak-anak Muhammadiyah. Sistem pendidikan ke-islaman seolah mandeg ditataran teori-teori dan ritual semata. Bahkan, yang lebih menyedihkan, generasi penerus Muhammadiyah seolah tak lagi menjiwai arah gerak ideology Muhammadiyah akibat pelajaran kemuhammadiyahaan yang hanya berkutat di hafalan teori-teori semata dan hanya berputar di situ-situ saja (latar belakang, pengenalan ortom-ortom Muhammadiyah dll). Mungkin hal itu yang perlu kita riset : mengapa Muhammadiyahku berbeda dan tak terarah lagi.
Lestari” Al-Hums”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar