Senin, 29 Oktober 2012

Resume Kajian Bid. Keilmuan


Filsafat dasar “Ilmu dan Pengetahuan”


Sri Diah Agustiningsih(B.inggris)
Falsafat adalah suatu yang mencari kebenaran,dan termasuk induk dari segala ilmu.
Ilmu dan pengetahuan :
‘kita harus mengetahui dan mempelajari pengetahuan terlebih dahulu,karena pengetahuan yang kita pelajari akan menjadi ilmu bagi kita.dan ilmu akan muncul setelah kita mempelajari pengetahuan yang kita dapat.

Purwanto (Matematika)
Belajar filsafat itu harus mengerti tujuannya itu sendiri.Filsafat itu sebagai objek, kalau kita belajar filsafat itu manfaat baik ataupun jelek itu dari kita sendiri.
Contohnya seperti orang yang belajar motor kalaupun jatuh itu kesalahan dari “subjek’ bukan dari “objek”nya.dan dapat di simpulkan juga dari berilmu,semua hal apapun ada ilmunya..

Sefti Ika W
Mempelajari ilmu filsafat bukanlah hal yang buruk,sebab baik/buruknya kita setelah mempelajari filsafat tergantung diri sendiri,sebab sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk belajar mempelajari ilmu untuk segala hal.

Anjar Ayu Utami(Biologi)
Filsafat merupakan proses mencari kebenaran.atau dasar dari segala ilmu.pemikiran-pemikiraan yang mendasar tentang pengetahuan atau memahami tentang ilmu.pemikiran yang mengkaji kehidupan,keilmuan yang ada di dunia ini.dan dari pemikiran-pemikiran itu dikembalikan pada Al-Qur’an dan Assunnah.Terkadang orang yang terlalu berfikir tentang ini terkesan berbeda pemikirannya.dan mempelajari inipun tidak harus mempunyai iman yang tebal.tetapi semuanya harus dikembalikan lagi kepada Al-Qur’an & Al-Hadist.

Alfianur Rizal R.R.A(B.indo)
Kembalikan pada Al-qur’an & Hadist,seluruhnya dijelaskan didalamnya.Orang berilmu lebih tinggi derajatnya daripada orang yang beriman.jangan takut belajar filsafat karena Allah tidak memerintahkan kita harus belajar BAB-BAB tertentu dan Filsafat adalah dimana kita dituntut untuk berfikir lebih kritis tetapi dengan catatan “Tidak melenceng dari Al-qur’an dan Hadist”.Kembalikan semua pada Al-Qur’an dan Hadist,manusia tempatnya salah dan hanya Allah yang benar.





Rabu, 17 Oktober 2012

Aku Bangga Menjadi Muslim


Aku adalah Muslim...
Aku bangga menjadi Muslim...
Karena sejarah membuktikan…

Bukan Muslim yang memulai perang dunia pertama.
Bukan Muslim yang memulai perang dunia kedua.
Bukan Muslim yang menghancurkan hiroshima dan Nagasaki dengan menggunakan bom atom.
Bukan Muslim yang membunuh 200 juta Indian Amerika Utara.

Bukan Muslim yang menghabisi 80 juta Indian Amerika Selatan.
Bukan Muslim yang Membunuh 90 juta Aborigin Australia.
Bukan Muslim yang mengambil 180 juta orang Afrika sebagai budak lalu membuang 70 persen
dari mereka yang meninggal ke lautan Atlantik.
Bukan Muslim yang menjajah Indonesia, Bosnia, Afghanistan, Ethopia, Checnya, Suriah, Palestine dan negara-negara lainnya.
Bukan Muslim yang memulai kasus Poso, Ambon, Maluku, dan Papua.
Bukan Muslim yang memfitnah Irak dengan senjata pemusnah massal yang ternyata cuma isapan jempol belaka.
Bukan Muslim yang serakah merebut ladang minyak Timur Tengah.
Bukan Muslim yang suka menghina nabi dan agama lain.

Dan aku bangga...
Walau Islam tidak pernah teriak-teriak sebagai agama damai, tapi Muslim tidak pernah menyerang siapa-siapa.
Walau Islam tidak pernah teriak-teriak HAM dan toleransi, tapi Muslim paling toleransi dibanding "PENDEKAR HAM" Amerika yang rasis kepada kulit hitam,
dibanding Perancis yang melarang jilbab,
dibanding Swedia yang melarang Adzan,
dibanding Swiss yang melarang pendirian Masjid.
Muslim mayoritas itu toleransi
Muslim minoritas itu pemberani.
Tapi tidak ada toleransi untuk melanggar perintah Allah SWT.
Muslim bukan anjing yang serakah dengan nafsu menjajah.
Muslim bukan babi yang rakus nafsu membumi hangus.
Muslim bukan monyet licik yang selalu menebarkan fitnah.
Muslim tidak pernah mencari musuh dan
Muslim haram lari dari yang memusuhinya.


                                  By : Maftuhatussa'idah (Sekbid HIKMAH IMM KIP)

Jumat, 12 Oktober 2012

VOICE OF MY HEART


Pada isapan lunglai yang mendawai di ujung relung
Pada gumpalan buih yang mengepul di sudut hati
Ku tertipu oleh tipuan beribu bayang dimasa kelam
Di raut wajah yang menjamah asa
Daalam redup jiwa yang diderah ketakutan untuk menaruh harap
Hening malam menyibak keramaian
Memaparkan sejuta sunyi yang datangkan senyap
Tutur desah kalbuku menafikan sepi di relung hati
Di lorong-lorong kosong yang tak berpenghuni
Ditautan jutaan mimpi
Yang hanya mampu menjadi mimpi

                                                            By : Imawati Vella

MUHAMMADIYAHKU BERBEDA



Organisasi Muhammadiyah yang bergerak dalam ranah ideologi islam yang mengemban misi dakwah dan tajdid bertujuan mulia untuk mengembalikan kejayaan islam ribuan tahun silam. Misi tersebut diwujudkan melalui kepeloporan dalam pembaruan pemahaman agama, reformasi system pendidikan islam, pengembangan pranata pelayanan-pelayanan social dan pemberdayaan masyarakat penolong kesengsaraan umum.
 Ketika flash back kemasa awal berdirinya Muhammadiyah –berdasarkan film Sang Pencerah-, Organisasi yang berusia 101 tahun ini begitu peduli terhadap gerakan pemurnian kembali ajaran Islam dari TBC dan pendidikan yang tidak memihak terhadap rakyat jelata. Perjuangan Muhammadiyah membuahkan hasil luar biasa. Saat ini, sistem kesehatan dan pendidikan mengalami kemajuan pesat dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas.
Namun, Perwujudan misi Muhammadiyah seolah redup ditelan pertambahan usianya. Hari ini, para pejuang Muhammadiyah seolah melupakan misi mulia itu. Sistem kesehatan dan Pendidikan Muhammadiyah memang berkembang. Rumah sakit dan Sekolah Muhammadiyah menggurita di seantero Nusantara akan tetapi seolah mengemban misi bisnis semata. Contohnya, sekolah-sekolah Muhammadiyah masuk dalam daftar sekolah swasta favorit dengan biaya diatas jangkauan kalangan menengah kebawah. Kenyataan tersebut seoloah berbelok dari arah misi awal Muhammadiyah.
Entah mengapa hari ini Muhammadiyah seolah kehilangan nyawanya untuk berjuang mewujudkan misinya, membangun kembali kejayaan Islam. Diskusi-diskusi keislaman seolah redup dari jiwa anak-anak Muhammadiyah. Sistem pendidikan ke-islaman seolah mandeg ditataran teori-teori dan ritual semata. Bahkan, yang lebih menyedihkan, generasi penerus Muhammadiyah seolah tak lagi menjiwai arah gerak ideology Muhammadiyah akibat pelajaran kemuhammadiyahaan yang hanya berkutat di hafalan teori-teori semata dan hanya berputar di situ-situ saja (latar belakang, pengenalan ortom-ortom Muhammadiyah dll). Mungkin hal itu yang perlu kita riset : mengapa Muhammadiyahku berbeda dan tak terarah lagi.
Lestari” Al-Hums”